Seperti dilansir dari Female First, Rabu (12/2/2014) Ashraf sangat tidak suka dengan Harry karena ia bertugas di angkatan bersenjata. Oleh karena itu, ia merencanakan pembunuhan terhadap Harry yang bertugas selama 77 hari saat perang di Afghanistan.
Ia merasa memiliki hak untuk menghakimi Harry. Menurutnya, Harry bertanggung jawab atas kematian banyak orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemeriksaan pada komputermu mengungkapkan bahwa kau telah melakukan penelitian tentang keberadaan dan jadwal Pangeran Harry. Kau telah memikirkan rencana ini matang-matang," ujarnya di pengadilan.
(mmu/mmu)











































