"Saya akan berfilosofi dulu ya, dulu Om saya pernah cerita tentang kesetiaan dan keakraban rumah tangga di daerah Sulawesi. Ada rumah panggung dimana seorang suami menguji kecintaannya atau cinta istri terhadap dirinya," ujarnya.
"Kemudian suami ini katanya mengambil kepala kambing kemudian menggali lubang di bawah rumah. Sang istri bertanya, itu gali apa? Saya habis membunuh orang dan mayatnya saya simpan. Tolong jangan memberi tahu siapapun ya," lanjut Farhat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitulah, Farhat pun terus bercerita. "Beberapa tahun kemudian sang suami selingkuh, berkhianat. Istri marah dan menuntut untuk bercerai. Sang suami mengatakan, maafin aku, akan kuberikan kau emas berlian dan permata. Sementara sang istri bilang, meski dengan emas atau permata segunung, aku tak dapat memaafkan kamu, aku akan melupakanmu. Kejahatanmu tiada maaf bagiku."
"Akhirnya mereka bercerai dan istri pun mengatakan akan melaporkan ke polisi kalau kamu pernah membunuh. Dan, datanglah polisi, digalilah lobang di bawah rumahnya itu. Dan, bukanlah isi manusia tetapi kepala kambing."
Menurutnya, kisah tersebut hampir sama dengan apa yang dialaminya. Tak hanya sang istri, sahabatnya pun diakuinya kini telah berkonspirasi untuk menjatuhkannya.
Farhat pun menilai sosok Arya Wiguna sebagai salah satu orang yang ingin menghancurkannya. Padahal menurutnya, jauh sebelum itu, ia selalu membantu Arya.
Arya adalah orang yang berkonflik dengan Eyang Subur. Sementara Eyang Subur menunjuk Ramdhan Alamsyah sebagai pengacaranya dalam konflik tersebut. Kini, Ramdhan menjadi pengacara Ahmad Dhani, orang yang tengah bersitegang dengan Farhat.
"Saya mengalami hal terburuk dalam hidup saya, dimana sebagai seorang sahabat, dimana pecah kongsi seharusnya menjaga aib dan menutup aib. Tapi ternyata mereka betul-betul menjatuhkan, menghancurkan. Bahkan dulunya Dhani dan Ramdhan (Alamsyah) musuh mereka bersama-sama," sesalnya.
(nu2/mmu)











































