"Sebenernya ketika kita di sahur juara, kenapa program sahur ini tidak dijadikan reguler saja? Sebenernya pertimbangannya itu. Dan, komponen-komponennya yang ada di sahur kita bawa ke stripping," papar Asisten Produser YKS, Dodi Haryanto alias Udjo kepada detikHOT.
"Mulai ada kuisnya, talkshow-nya, sketsanya, jogetnya juga, ada nyanyinya juga. Tujuannya pada akhirnya ke perusahaan juga target kita nomor satu," rincinya melanjutkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyikapi itu, Udjo tak mau bicara banyak. Ia hanya yakin bahwa semua itu bisa terbantahkan sendiri melalui data. Menurutnya, rating YKS dengan sendirinya menunjukkan bahwa masyarakat menyukai acara tersebut.
Acara YKS sendiri disambut positif oleh para pedangdut. Salah satunya Dewi Sanca. "Bagus sih, (lagu-lagu dangdut) diarasemen ulang, lebih berwarna. Anak-anak muda yang dulu nggak suka dangdut jadi suka dengan aransemen yang baru walau lagu lama," papar Dewi dihubungi terpisah.
Wajar bila acara ini disambut baik oleh kalangan pedangdut. Sebab banyak tembang dangdut yang kembali terkenal saat dibawakan oleh homeband YKS. Seperti lagu 'Oplosan' yang tadinya hanya dikenal di pinggiran, atau 'Kereta Malam' milik Elvy Sukaesih yang jadi hits lagi.
(kmb/mmu)











































