Joget di acara televisi kini menjamur di Indonesia. Acara 'Yuk Keep Smile' atau yang biasa disebut 'YKS' bisa dibilang menjadi pioner acara-acara TV lainnya yang mengandalkan joget ramai-ramai.
Semenjak YKS booming, acara-acara lain seolah memang ingin mengikuti kesuksesan acara di Trans TV itu dengan menampilkan sesi joget bersama. Tapi bagaimana sebenarnya joget bisa jadi fenomena di acara-acara TV?
Menurut salah satu pengisi 'YKS', Bopak, joget membudayakan orang bersuka cita. "Itu malah seru, justru bisa membudayakan dan orang Indonesia ber-happy ria dong," kata pelawak yang menjadi pengisi tetap 'YKS' saat berbincang dengan detikHOT baru-baru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi menurut asisten Produser YKS, Udjo, acara ini masyarakat bisa menilai sendiri. Ia mengatakan, 'YKS' tak juga menampilkan konten acara di dalamnya.
"Ini berkah buat kita. Tivi-tivi lain pada nonton kita. Sekarang kita fokus aja sama kita buat nyiptain sesuatu yang baru. Masyarakat nggak bodoh melihat sesuatunya. Selain itu, mungkin karena tiap bump in bump out ada joget, mungkin masyarakat lihatnya 'YKS' jogetan. Kalau dilihat kita juga banyak nampilin sisi yang lain. Padahal banyak banget," papar Udjo.
Sebenarnya bagaimana ide awal joget bareng di 'YKS' bisa muncul? Tunggu ulasannya di detikHOT sepanjang hari ini, Senin (20/1/2014).
(kmb/mmu)











































