"Maia Estianty selalu bantu saya, saya suka curhat dengan dia. Bunda ngasih saya Al Quran. Kadang dia jadi guru agama, tetapi kemudian diajak ke guru agama yang benar," urainya ditemui saat ditemui di Gramedia Matraman, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2013) malam.
Dalam kesempatan itu, Sam meluncurkan buku autobiografinya yang berjudul 'Samuel, Samantha & Me'. Dalam bukunya ia mencurahkan semua kisahnya yang kontroversial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak yang juga nggak tahu saya pernah tinggal di pinggir jalan, saya benar-benar dari bawah. Jalan saya bisa menjadi mualaf," tambahnya.
Sam memang pernah mengalami 'krisis' identitas. Ia pernah lama hidup di London dan menjalani identitasnya sebagai perempuan. Dalam bukunya itu semua kisah itu terangkum termasuk perjalanan religinya hingga akhirnya menjadi mualaf.
"Rasanya pasti bangga ini sebagai contoh ke orang lain, nggak terlambat untuk berubah. Menurut saya semakin kita jauh dari agama, semakin jauh dari rezeki. Nggak terlalu terlambat untuk berubah bagi para transgender. Aku banyak kenal transgender, aku lihat banyak yang tersasar karena jauh dari Tuhan," paparnya.
(kmb/mmu)











































