"Kita tidur satu kamar. Paling repot itu kalau acara pagi. Belum bangun, sudah saya tarik saja mandiin satu-satu, saya yang mandiin semua padahal mereka masih ngantuk dan merem-merem," kisah Pipik saat ditemui di acara HUT Insert "Celebration of a Decade", Gedung Trans TV, Jalan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (24/10/2013) malam.
Tak jarang, Pipik juga sibuk menengahi keributan yang terjadi di antara anak-anaknya. Wanita 36 tahun ini mengaku, putranya yang nomor satu dan dua kerap bersitegang karena saling mengganggu satu sama lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Pipik mengaku menikmati perannya sebagai ibu. Masih tak bisa memungkiri kesedihan yang masih ia rasakan selepas Uje tiada, namun Pipik bersyukur keberadaan anak-anaknya sebagai penyemangat.
Ia juga mengaku mendapat limpahan rezeki lewat beberapa acara yang dihadirinya. Berperan sebagai sosok ibu sekaligus pencari nafkah, dilakukan Pipik dengan semangat.
"Allah sedang berikan ke saya tugas sebagai ayah dan ibu. Dan ibu buat mereka mengantarkan mereka jadi orang sukses. Buat saya, semua ini nikmat dari Allah," ucapnya bijak.
(doc/ich)











































