Hingga akhirnya, ia kehilangan temannya akibat penyakit yang sama dengan yang menyerangnya. Kabar duka tersebut tampaknya menjadi pelecut Ine untuk semakin memperhatikan kesehatannya.
"Teman ada yang meninggal karena kista pecah. Akhirnya saya berobat lagi, ternyata sudah besar banget," kisahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai dokter ketiga saya baru nurut, terus operasi. Harusnya operasi kista hanya satu jam, tapi saya enam jam. Kata dokter kista saya sudah ada yang pecah," ujarnya.
Ine memang tampaknya bandel, penyakitnya itu juga tak terlalu mengubah pola hidupnya. "Nggak terlalu aneh, hidup cuma sekali jadi dinikmati saja," tuturnya.
(nu2/mmu)











































