Aturan yang dimaksud adalah jam malam yang diterapkan Wulan kepadanya. Seperti apa hukumannya?
"Pernah waktu itu pulang telat. Buat apa ada BB (BlackBerry Messanger) kalau nggak bisa ngabarin mama. Giliran temen ping langsung bales. Kalau gue ping nggak tahu sampai kapan dibalesnya," kisah Wulan ditemui di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2013) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah itu gue hukum, gue ambil BB-nya satu bulan, tersiksa kan dia. Akhirnya apa-apa dia ngabarin, daripada dia tersiksa harus perlakukan sama dong orangtua sama temen," lanjutnya ditimpali senyum kecil Shaloom.
Wulan memang cukup keras memberlakukan jam malam kepada Shaloom. Namun ia mengakui jika pergaulan anaknya yang kini berusia 15 tahun tak bisa terlalu dikekang.
"Nggak apa-apa sekali-kali sebenernya, kayak mau pergi nonton konser 'Ma ada DJ atau ada konser penyanyi siapa', tapi DJ bukan di klub ya boleh tapi sampai jam satu sampai rumah. Dia paling bilang 'lah DJ-nya aja mulai jam 12.' Ya terserah kamu pulang jam satu kalau nggak, ya nggak usah," urai Wulan mencontohkan.
Menanggapi aturan tersebut, Shaloom hanya tersenyum simpul. Namun ia sepakat mematuhi aturan dari sang ibunda.
"Biasa aja. Dibolehin sih (main), tapi ya gitu," kata Shaloon tertawa.
(kmb/hkm)











































