Mereka yang Mendukung dan Mengharamkan Tarif Dakwah Ustad

Ustad Seleb dan Tarif Dakwah

Mereka yang Mendukung dan Mengharamkan Tarif Dakwah Ustad

Komario Bahar - detikHot
Senin, 19 Agu 2013 12:11 WIB
Mereka yang Mendukung dan Mengharamkan Tarif Dakwah Ustad
Jakarta - Tarif dakwah para dai menjadi perbincangan ramai menyusul pemberitaan mengenai ustad Solmed yang batal mengisi tausiah di Hong Kong. Beberapa orang pun angkat bicara mengenai 'hukum' boleh-tidaknya ustad memasang tarif. Ada yang menilainya sebagai hal yang wajar, tapi ada juga yang 'keras' mengharamkannya. Siapa saja mereka yang ada di dua kubu tersebut?

Ustad Zacky Mirza Dibayar Sesuai 'Acara'

Ustad Zacky Mirza mengaku tarif dalam ceramah memang disesuaikan sesuai acara. Ia juga tak menampik ustad juga memiliki menajemen layaknya manajemen artis.

"Tergantung dalam konteks seperti apa. Kalau yang mengundang pihak EO, kemudian sponsor, pemerintahan, perusahaan tertentu yang punya budjet. Contoh EO itu kan udah masuk ranah komersil. Bagaimana mereka memberikan nilai tertentu kepada pihak pengundang. Mereka baru konfirm ke pihak ustad. Dalam kasus ini, ketika kita ada nilai tertentu yang kita ajukan dari pihak ustad itu wajar, karena ada biaya," papar Zacky.

"Jadi masalah tarif-menarif, tergantung konteksnya menurut saya," sambungnya Zacky.

Mamah Dedeh Tak Masalah dengan Adanya Tarif Ceramah

Ustadzah Mamah Dedeh merupakan salah satu yang tak mempermasalahkan mengenai tarif ceramah. Namun memang menurut Mamah Dedeh, tarif tersebut tak terpatok alias fleksibel. Meski tak mempermasalahkan tarif ceramah, ia sendiri mengaku tak pernah mematok tarif tausiah.

"Tidak masalah sebenarnya (ada tarif), kita buang energi, kita buang tenaga dan waktu," kata Mamah Dedeh.

Solmed Buka Suara Soal Tarif Dakwah

Ustad Solmed sempat menampik dirinya memasang tarif seenaknya saat memenuhi undangan dakwah di Hong Kong. Namun pria bernama asli Sholeh Mahmoed itu kini tak membantah bahwa dalam dakwah memang ada 'tarif'.

Menurut pria bernama asli Soleh Mahmud itu, dalam Islam tak ada larangan bagi ustad memasang tarif dalam dakwah.

"Tidak ada larangannya dalam Islam (pasang tarif untuk dakwah),"kata Solmed.

'Dakwah Tak Layak Dipasang Tarif'

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin berpendapat mengenai soal tarif dakwah di kalangan dai. Ia tak setuju bila ceramah diberlakukan tarif.

Menurut Maruf, MUI memang belum melakukan kajian mengenai soal tarif ceramah. Namun Maruf pribadi menilai ceramah tak layak diberi tarif.

"Saya pribadi menganggap tidak layak kalau dakwah itu diberi tarif. Dakwah itu tugas, melaksanakan tugas dan kewajiban. Jangan dikaitkan dengan tarif. Kalau ada orang memberi transport itu merupakan keinginan masyarakat sendiri untuk membantu para dai yang memang dai itu tidak sempat mencari uang karena kesibukannya berdakwah. Tapi jangan kemudian dia memungut tarif. Itu tidak layak," jabar Maruf.

'Pakai Ongkos, Tarif Dakwah Asal Wajar itu Biasa'

Ustad Novel juga buka suara mengenai kisruhnya tarif dakwah para dai menyusul pemberitaan tentang Ustad Solmed yang batal mengisi tausiah di Hong Kong. Sekretaris DPD FPI DKI Jakarta itu mengatakan, sebenarnya wajar bila ada tarif di kalangan para dai.

"Kalau ada tarif itu wajar, karena mereka juga pakai ongkos. Kalau ada tarif, tarif yang wajar itu biasa. Kita mau berdakwah, jangan dikecewakan, jadi sama-sama bermanfaat," jelas Novel.

'Terima Bayaran Boleh, Pasang Tarif Haram'

Imam Besar Majid Istiqlal, KH Ali Mustafa Yakub juga ikut angkat bicara mengenai ramainya perbincangan soal tarif dakwah di kalangan dai semenjak hebohnya kasus Ustad Solmed.

Ali termasuk yang berpendapat bahwa seorang dai tak boleh memasang atau mematok tarif. Menurutnya, hal itu bisa mencoreng ustad lainnya.

"Itu sangat keterlaluan. Yang seperti ini bisa mencoreng para ustad. Ustad itu tidak boleh pasang tarif," tegas Ali.
Halaman 2 dari 7
(kmb/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads