"Tiap sahur kan ada mama yang bangunin, semuanya lakukan bareng-bareng. Dari dulu mama jarang masak, yang dikangenin ya makan bareng mama," ucap Verrell Bramasta, anak tertua Venna saat ditemui usai acara buka bersama anak-anak yatim di kediamannya di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2013).
Sebelum proses gugatan cerai masuk ke Pengadilan Agama, Venna dan Ivan memang sudah hidup terpisah karena sering cekcok. Bahkan Ivan dan kedua anaknya sempat menyewa apartemen sebelum kemudian memiliki rumah baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai sekarang perasaan itu masih ada kok, cuma jalani aja," lanjutnya pelan namun tampak tegar.
Sementara sang adik, Atthala, tampak lebih tertutup. "Aku tahu dia sedih banget, tapi nggak tahu mau ngapain. Ada saat dia ngunci diri kamar, nggak mau ketemu orang. Dia lakukan yang disuka supaya nggak terasa sedih," terangnya.
Setelah Ivan dan Venna sedang menuju proses berpisah, sebagai anak, Verrell kini lebih menghargai waktu yang ia punya bersama orangtua. "Yang aku sadari, harus benar-benar hargai apa yang dimiliki. Dulu tuh diajakin jalan sama mama papa susah, maunya sama teman. Sekarang malah nggak bisa lagi jalan berempat," ucapnya lemah dengan nada penyesalan.
Ivan bukan tak menyadari kondisi anak-anaknya. Oleh karena itu, ia tak pernah melarang kedua anak lelakinya untuk bertemu dengan Venna, pun ketika Hari Raya Lebaran tiba nanti.
Ivan mengaku bahwa keputusannya tidak tinggal satu atap dengan Venna ketika itu agar menghindari konflik yang terus terjadi. "Dari lubuk hati paling dalam, mudah-mudahan bisa selesai baik-baik," ucap Ivan yang masih berusaha mempertahankan rumah tangganya.
Di penghujung pembicaraan, Atthala akhirnya buka suara. Ia mengatakan harapannya menjelang Lebaran. "THR-nya banyak. Kedua, bisa ketemu mama, makan bareng papa dan mama berdua," ucap anak berusia belasan tahun itu dengan polos.
(ich/ich)











































