"Kami berdua nggak pernah memaksakan anak-anak mau jadi apa dan harus seperti almarhum. Ternyata setelah kepergian almarhum, Abidzar seperti melihat ada sebuah kebanggan kepada abinya (Uje)," urai Pipik saat ditemui usai acaraperingatan 40 hari meninggalnya sang suami di kediamannya di Rempoa Bintaro, Jakarta Selatan Selasa (4/6/2013).
Menurut Pipik, sang anak terenyuh ketika menyaksikan bagaimana masyarakat mengagumi sosok ayahnya. Sejak meninggal hingga saat momen peringatan kepergiannya yang ke-40 hari, tak sedikit orang yang masih terus menunjukkan rasa simpati dan menyampaikan doa kepada almarhum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia melihat banyak atau ribuan orang datang ke makan ayahnya, mengantarkan ayahnya ke makan. Di rumah pun juga ratusan orang berdatangkan. Itu yang saya lihat dalam batinnya ada kebanggaan. Melihat dia (Abidzar) banggalah saya," tandas Pipik.
(doc/mmu)











































