Mereka adalah warga sekitar rumah Uje dan juga penggemar yang berasal dari luar kota. Mereka mengantre untuk mendapatkan suvenir acara tersebut. Suvenir itu berupa Al Quran yang dibungkus dengan kain berbahan beludru berwarna hitam, berhiaskan tali emas.
Teh Enny, kakak istri Uje, mengungkapkan bahwa pihak keluarga tak hanya menyediakan Al Quran, tapi juga kalender sebagai buah tangan untuk para tamu yang hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu tamu yang berhasil mendapat suvenir adalah Djajang. Bersama 20 anggota keluarganya, pria yang berasal dari Majalaya, Bandung itu tiba di kediaman Uje sekitar pukul 13.00 WIB.
"Senang ya, saya ke sini sama keluarga 20 orang naik mobil pribadi," ujar Djajang.
Selain Djajang, Roqhiyah juga rela datang dari siang agar bisa mengikuti acara 40 hari almarhum Uje. Roqhiyah pun nampak membawa anaknya yang masih bayi.
"Saya bawa anak saya usia 2 bulan, namanya Syifaa Nur Maulida," ujar Roqhiyah.
Sekitar pukul 15.15 WIB, pembagian suvenir sempat dihentikan karena langit mendung. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat para ibu-ibu untuk tetap mengantre.
"Saya tetap mau ngantri mas, jauh dari Tanjung Priok," kata Suci.
(hkm/mmu)











































