"Saya dulu yang awalnya ajak Uje untuk main motor besar. Kebetulan pas saya kenal Uje dulu saya yang pakai duluan, saya bilang 'Je ayo dong, klo kita mau ada acara yang dekat kita pake motor aja'," urai Pasha saat ditemui usai melayat ke pemakaman Uje di TPU Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2013) malam.
Selama Uje hidup, Pasha mengungkapkan ia cukup dekat dengan ustad kelahiran 12 April 1973 tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi ayah empat anak ini, Uje adalah sosok yang menyenangkan bagi siapapun yang ingin mengenalnya.
"Kita pernah beberapa kali jalan pakai motor ke puncak sama teman-teman. Dia bisa jadi sosok apa aja, teman, kakak, sahabat, tempat curhat," papar Pasha.
(doc/ich)











































