Saat diuji membaca Al-Quran oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), kemarin, Eyang Subur mengaku gugup. Ia pun tak lancar melafalkan bait-bait ayat suci tersebut.
Menurut kuasa hukumnya, Ramdan Alamsyah, hal itu disebabkan Subur yang merasa kecil hati karena dirinya tak pernah mencecap pendidikan tinggi. Ramdan mengungkapkan, kliennya malu karena tidak lulus SD.
"Bukan enggak bisa. Bisa kok, saya ada rekamannya, di situ banyak orang, ada kyai, profesor, guru besar. Eyang ini nggak lulus SD, jadi dia gugup," ujar Ramdan Alamsyah usai menjalani pengaduan di Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
" Eyang katanya disebut tak bisa baca Al-Quran, enggak bisa baca Al-Fatihah sampe dites 3 kali, dan melakukan praktik perdukunan. Padahal klien saya ini saat diminta baca Al-Fatihah itu gugup, tak bisa berhadapan dengan orang-orang seperti ini," tandas Ramdan.
(doc/hkm)











































