Komisioner KPI Nina Mutmainah Armando mengungkapkan, banyak aduan yang diterima KPI terkait pemberitaan Subur dan Adi. Menurutnya, dalam kasus itu, ekspose yang berlebihan telah terjadi.
"Terkait tayangan kasus perseteruan antara ES dan Adi itu udah masuk banyak ke pengaduan KPI, terutama lewat Twitter. Seperti yang diketahui kan masalah mereka adalah masalah yang sangat pribadi, namun dimunculkan ke ruang publik. Masing-masing pihak saling mengungkap hal pribadi pihak satu ke pihak lain. Menurut kami, hal seperti itu apa gunanya untuk konsumsi publik?" papar Nina, Selasa (9/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ibu Ezky sebagai wakil ketua sudah bicara langsung ke beberapa pemred dari tayangan infotainment. Supaya tayangan-tayangan di TV tidak mengobarkan terus perseteruan itu," lanjutnya.
"Nanti kami lihat selanjutnya seperti apa. Tapi sementara ini Ibu Ezky sudah bicara. Karena ada langkah-langkah di mana kami bisa bicara langsung, memanggil ke KPI. Mungkin minimal kami akan mengirim surat," sambung Nina.
Tentu saja bukan berarti infotainment tak boleh menampilkan pemberitaan Subur dan Adi. Namun, menurut Nina, lebih baik memang menyajikan pemberitaan tentang bagaimana solusi untuk mengakhiri perseteruan dua pihak itu.
"Alangkah baiknya kalau program infotainment mengangkat solusi untuk keduanya. Menampilkan sisi positif. Bukan malah mendorong masing-masing pihak untuk perang. Karena semakin ke sini rasanya seperti ada ekploitasi," tandasnya.
(kmb/mmu)











































