KPI Imbau Infotainment Batasi Soal Eyang Subur vs Adi Bing Slamet

KPI Imbau Infotainment Batasi Soal Eyang Subur vs Adi Bing Slamet

- detikHot
Selasa, 09 Apr 2013 15:16 WIB
KPI Imbau Infotainment Batasi Soal Eyang Subur vs Adi Bing Slamet
Adi Bing Slamet (Hasan/detikhot)
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menilai pemberitaan perseteruan Eyang Subur dan Adi Bing Slamet oleh media, dalam hal ini terutama infotainment, terlalu berlebihan. Karenanya, KPI mengimbau agar tayangan infotainment di TV membatasi pembahasan tentang isu tersebut.

Komisioner KPI Nina Mutmainah Armando mengungkapkan, banyak aduan yang diterima KPI terkait pemberitaan Subur dan Adi. Menurutnya, dalam kasus itu, ekspose yang berlebihan telah terjadi.

"Terkait tayangan kasus perseteruan antara ES dan Adi itu udah masuk banyak ke pengaduan KPI, terutama lewat Twitter. Seperti yang diketahui kan masalah mereka adalah masalah yang sangat pribadi, namun dimunculkan ke ruang publik. Masing-masing pihak saling mengungkap hal pribadi pihak satu ke pihak lain. Menurut kami, hal seperti itu apa gunanya untuk konsumsi publik?" papar Nina, Selasa (9/4/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nina menambahkan, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan beberapa redaksi dari tayangan infotainment. Hal itu dimaksudkan agar media infotainment bisa segera membatasi mana yang perlu diketahui publik, mana yang tidak.

"Ibu Ezky sebagai wakil ketua sudah bicara langsung ke beberapa pemred dari tayangan infotainment. Supaya tayangan-tayangan di TV tidak mengobarkan terus perseteruan itu," lanjutnya.

"Nanti kami lihat selanjutnya seperti apa. Tapi sementara ini Ibu Ezky sudah bicara. Karena ada langkah-langkah di mana kami bisa bicara langsung, memanggil ke KPI. Mungkin minimal kami akan mengirim surat," sambung Nina.

Tentu saja bukan berarti infotainment tak boleh menampilkan pemberitaan Subur dan Adi. Namun, menurut Nina, lebih baik memang menyajikan pemberitaan tentang bagaimana solusi untuk mengakhiri perseteruan dua pihak itu.

"Alangkah baiknya kalau program infotainment mengangkat solusi untuk keduanya. Menampilkan sisi positif. Bukan malah mendorong masing-masing pihak untuk perang. Karena semakin ke sini rasanya seperti ada ekploitasi," tandasnya.


(kmb/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads