Benarkah hal itu memang telah menjadi ritual penerimaan tamu yang datang ke rumah Subur? Istri pelawak Unang, Aning punya cerita.
Aning menepis bahwa suguhan minuman itu merupakan ritual. Bersama sang suami, ia telah mengikuti Subur selama delapan tahun. Menurutnya, air garam dan kopi itu ada ada filosofinya. Wah, seperti apa?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah kalau kopi manis itu di sini hidup kita akan ada senang. Rintangan kopi pahit itu kita harus lewatin dulu untuk hidup senang nantinya.
Hidup senangnya kita bisa menyenangkan hati orang, bantu orang semampu kita. Itu sanepo. Makanya saya bingung itu ritual yang mana? Saya 8 tahun di sana nggak ada yang namanya ritual," bebernya.
Begitu pun saat menjelaskan kabar yang menyebutkan bahwa Subur suka menyuruh muridnya 'ritual' mandi. Aning menjelaskan semua itu ada maksudnya.
"Kalau pun ada 'mandi' itu kita bersihin diri, dari dosa besar dan dosa kecil. Diajarin sama Eyang biar nggak bohong," jelas Aning.
Aning pun yakin Subur tidak sesat. Apalagi menurutnya selama ini perintah-perintah Subur masih dalam batas kewajaran.
"Ajaran sesat seperti apa sih? Apa yang mau dilaporin ajaran sesatnya? Pelecehan seksualnya? Nggak ada itu semua," tepisnya menanggapi kabar Subur kerap melecehkan wanita.
(kmb/mmu)










































