Beberapa tuntutan juga disuarakan puluhan orang yang juga terdiri dari anak-anak di bawah umur itu. Mereka meminta pengadilan menindak keduanya secara adil.
"Kami lihat ada diskriminasi. Ada pengecualian terhadap Nikita, dia 50 hari dipenjara. Tapi Army nggak dihukum, hanya tahanan kota. Ada ketidakadilan, kami tuntut hukum tegak, adil, tak ada diskriminasi," ungkap koordinator AMPUH, Fadri, Rabu (13/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak, saya hanya independen, ingin tegakkan hukum setegak-tegaknya. Semua kan sudah jelas Nikita membantu (kooperatif)," tuturnya.
Fadri memang menyesalkan penahanan Nikita Mirzani beberapa waktu lalu di Polda Metro Jaya. Menurutnya penahanan itu tidak adil melihat Army yang justru diduga sebagai orang yang bertanggung jawab atas penganiayaan itu hanya sebagai tahanan kota saja.
(nu2/mmu)











































