Penculik putri Nassar dan Muzdhalifah diduga berjumlah dua orang. Seorang sudah tertangkap sementara rekannya masih buron. Densus 88 pun akan ikut dilibatkan dalam pencarian buronan tersebut.
Pria yang berada di balik penculikan Nana adalah Fadlun Hariyanto berusia 29 tahun dan Asep. Hingga kini Asep masih belum diketahui di mana rimbanya. Ketika persembunyian mereka diringkus di kawasan Narogong, Jawa Barat, Asep berhasil melarikan diri.
Fadlun pun awalnya berusaha melarikan diri. Namun petugas kepolisian berhasil melemahkan Fadlun dengan sebuah tembakan timah panas bersarang di kaki kanannya. Setelah diselidiki ternyata barang bukti yang ditemukan juga mengacu pada tindak terorisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedang kami selidiki. (Kami) masih terus bekerjasama dengan Densus 88," jelas Kapolda Irjen Putut Eko Bayuseno dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Sabtu (26/1/2013).
Polda Metro Jaya akan langsung memberikan penghargaan atas jasa tim yang berhasil mengungkap kasus penculikan tersebut. Sementara Nassar dan Muzdhalifah pun sebelumnya telah berjanji akan memberi imbalan pada siaapun yang berhasil menemukan putri tercintanya.
(dee/dee)











































