"Tato addict sih nggak, tapi suka. Ada empat tato, sudah lama, ada nama almarhum papa, diamond kanan-kiri, dan mata di belakang. Terkonseplah," ungkap Derby saat ditemui di Blacksteer Resto The Bellezza Suites, Arteri Permata Hijau, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2012).
Pertama kali membuat tato usai sang ayah meninggal, Derby terus saja menambah koleksi gambar di tubuhnya. Kini setelah punya empat tato, ia tak menutup kemungkinan untuk menambah lagi meskipun tidak sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak yang anggap tato itu nakal, tapi kan enggak ya, tato itu seni, art. Belum ada yang pengen gue bikin, ada kemungkinan (nambah) tapi belum," tuturnya.
Menurut Derby, tato yang paling berkesan adalah yang pertama dibuatnya. Ia menganggap tato itu sebagai kenang-kenangan dirinya dengan sang ayah.
"Sekarang pasti kehilangan partner, nggak lama setelah bokap meninggal langsung bikin tato di Jakarta," kisahnya.
(nu2/mmu)











































