Dengan menaiki kuda berwarna hitam Tedjo terlihat sangat bahagia dan gagah. Jika Tedjo menaiki kuda, lain cerita dengan Reisa yang diboyong masuk ke Ndalem Muryoningratan menggunakan kereta kuda yang diiringi para abdi dalem.
Tak mau kalah dengan sang suami, Reisa juga selalu menebar senyumannya saat turun dari kereta kuda tersebut. Kedua pasangan beda profesi itu datang melalui Hotel Dana yang berada di seberang Ndalem Muryoningratan, Solo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam acara saweran tersebut, tak hanya sejumlah uang koin masa kini yang dilemparkan oleh keduanya tapi juga ada beberapa koin kuno dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Koin-koin itu dilempar oleh mempelai ke arah para tamu, dan kemudian jadi rebutan.
Setelah itu, giliran para tamu memberikan selamat kepada kedua mempelai dan keluarga besar. Namun, bukan seperti nikahan pada umumnya yang harus mengantre untuk memberikan ucapan selamat. Melainkan, dengan cara satu baris tempat duduk secara bergantian memberikan selamat kepada kedua mempelai.
(wes/mmu)