'Vasektomi Jadi Syarat Susi Restui Poligami Limbad'

Pengakuan Istri Muda Limbad

'Vasektomi Jadi Syarat Susi Restui Poligami Limbad'

- detikHot
Senin, 29 Okt 2012 20:48 WIB
Vasektomi Jadi Syarat Susi Restui Poligami Limbad
Limbad dan Benazir (Gus Mun/detikHOT)
Jakarta - Pengakuan pihak Bernazir Endang dan ibunya, Bunyanah Sofa mengungkap banyak hal yang selama ini tersembunyi dari kisah poligami Limbad. Berbagai pengakuan Susi Indrawati pun seolah mendapatkan sanggahannya.

Salah satunya pernyataan Susi yang mengungkapkan bahwa Limbad telah melakukan vasektomi. Atas dasar itulah, ia tak percaya bahwa bayi yang dilahirkan Bernazir merupakan hasil hubungan dengan Limbad. Susi pun ngotot minta dilakukan tes DNA atas bayi itu.

Vasektomi adalah tindakan medis yang diambil untuk mengikat indung telur perempuan atau sel sperma laki-laki. Dengan kata lain, orang tidak bisa membuahi atau dibuahi setelah melakukan vesektomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi, ibunda Bernazir, Bunyanah Sofa menjelaskan fakta yang berbeda. Ia menyebutkan bahwa Limbad melakukan vasektomi setelah Bernazir mengandung satu bulan lebih.

"Januari 2012 sudah mengandung 6 minggu, mengandung dulu baru vasektomi Februari 2012," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Selain itu, Bunyanah mengatakan bahwa vesektomi yang dilakukan Limbad merupakan syarat dari Susi. Syarat agar Susi bisa menerima Bernazir sebagai istri muda sang suami.

"Awalnya vasektomi itu syarat biar (poligami Limbad) direstui sama Susi," tuturnya.

Namun, ternyata setelah syarat itu dipenuhi, Susi tetap tak merestui poligami Limbad. Bahkan seperti yang kemudian diketahui secara luas, Susi justru melaporkan Limbad ke polisi dengan tuduhan zina.

Menurut Bunyanah, Susi juga mengajukan syarat pembagian harta. Namun, setelah harta Limbad diambil Susi, hubungan Limbad dan Bernazir tetap saja tak mendapat restu sama sekali dari Susi.

"Semuanya sudah diambil, hartanya juga diambil yang penting dapat restu dari Bernazir ya banyaklah. Tapi ya nggak (direstui) juga," ujarnya menyesalkan.


(fk/ich)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads