"Pertama datang ke Jakarta diundang sama stasiun televisi, pertamanya Rp 2 juta, terus 3 juta, terus jadi 7 juta sampai 14 juta, sampai sekianlah, alhamdulillah," kenangnya saat ditemui di Studio RCTI, Jakarta Barat, Jumat (28/9/2012).
Sebelumnya lagi, si pemilik goyang ngebor itu hanya mendapat bayaran sekitar Rp 200 ribu saja. Bahkan, ketika masih menyanyi di tingkat kampungnya, ia kerap tak langsung dibayar setelah tampil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski berat, Inul menilai hal tersebut memang harus dilewati. Akhirnya kini ia meraih kesuksesan atas kerja kerasnya selama ini.
(nu2/mmu)











































