Menurut Shinta, Selama ini ibundanya tak pernah memberi tahu jika penyakit diabetes-nya kian parah. Setiap dirinya bertanya, ibunya hanya mengatakan sakit yang dideritanya karena masuk ingin.
"Ibu saya nggak cerita kalau ternyata kakinya makin parah. Saya kaget begitu dibuka kakinya hitam. Ibu nggak pernah cerita karena dia nggak mau aku kepikiran," ungkapnya di Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (24/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ibu itu sakitnya makin parah gara-gara masalah perpisahan aku itu dengan bapak (sang jenderal), dia mikirin terus. Dia dengar dari omongan-omongan tetangga. Ini salah aku," ujarnya lirih sambil berurai air mata.
Shinta pun lalu mencium ayahnya Bachirun (68) yang sedari tadi duduk disampingnya. Perempuan kelahiran 7 Februari 1986 itu mengaku bangga dengan pria yang sudah nampak sepuh itu.
"Saya bangga sama bapak, dia sangat setia, sabar menjaga dan merawat ibu selama sakit. Untungnya ada bapak, tandasnya terbata-bata.
Kemana saja Shinta selama sang ibunda Sakit? Bagaimana perjuangannya selama ini terhadap keluarganya? Simak terus kisahnya hari ini, hanya di detikHOT!
(bar/hkm)











































