"Aku cengeng kalau begini bawaanya nangis," ujarnya saat ditemui usai acara di Perumahan Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (10/5) malam.
Ashanty yang lahir pada 4 November 1984 itu mendapatkan pesan-pesan terakhir dari sang bunda sebelum memulai hidup baru bersama calon suaminya. Ia terharu mengingat pengorbanan sang bunda selama 27 tahun ini merawatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ashanty juga merasa sedih karena pernikahannya tak disaksikan oleh sang ayah yang telah dipanggil ke hadapan Tuhan YME. Namun ia ikhlas. "Papa bahagia dari sana, semoga papa bisa melihat dan mendoakan," harapnya.
(ich/ich)











































