"Saya melihat masalahnya yang ditonjolkan selalu emansipasi. Kok nggak maju-maju sih. Buat saya, Hari Kartini itu juga memberikan inspirasi," ungkapnya saat ditemui di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2012).
Ia menilai emansipasi sudah tak diperlukan lagi di Indonesia. Hal itu dilihatnya dari pengalaman negara ini yang pernah mempunyai seorang presiden perempuan yaitu Megawati Soekarno Putri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Christine menilai sudah banyak Kartini-kartini yang terlahir. Perempuan sudah mempunyai multiperan selain menjadi ibu rumah tangga. Meski berperan optimal, ia berharap para perempuan juga tak melupakan jati dirinya.
"Saya tak ingin jadi saingan kaum pria, saya ingin menjaga kewanitaan saya yang tak bisa dilakukan pria. Perempuan bisa lebih menunjukkan prestasinya, bukan hanya berkarya di luar rumah tapi juga di dalam rumah, itu lebih penting," harapnya.
(nu2/mmu)











































