'Pak Raden' memang dikenal sebagai seniman yang sebagian hidupnya didedikasikan untuk dunia anak-anak. Tak berlebihan mungkin jika menilai 'Pak Raden' adalah orang yang memberikan 'nyawa' kepada boneka-boneka yang dulu sangat ditunggu kehadirannya oleh anak-anak di Minggu pagi itu.
Jika dalam serial Si Unyil, Pak Raden dikenal sebagai sosok yang 'galak'. Kali ini berbeda. Pria kelahiran Jember 28 November 1932 itu sudah begitu rapuh bahkan untuk menuntut hak dari karya ciptaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain bicara soal hak cipta, Pak Raden akan menyanyi seadanya. Dia pilih lagu 'Iwak Peyek' sebagai lagu pembuka, karena baginya lagu itu selalu membuatnya yakin bahwa hidup sederhana bisa dibuat meriah," seperti dalam rilis yang diterima detikHOT, Sabtu (14/4/2012).
Acara galang dana untuk 'Pak Raden' itu terbuka untuk umum. Selain menyanyi, ada juga penjualan buku dan lukisan karya 'Pak Raden'. Galang dana tersebut akan digelar pada Sabtu 14 April 2012 di kediamannya, Jalan Petamburan 3 No 27, Slipi, Jakarta Pusat.
(nu2/nu2)











































