Dialah Meriam Bellina. Wartawan senior dan kritikus film Rosihan Anwar menjulukinya "magma perfilman Indonesia". Setelah meraih piala citra pertamanya lewat 'Cinta di Balik Noda' (1984), Sang Magma meledak lagi pada 1990 lewat film 'Taksi', yang kala itu itu keluar sebagai peraih penghargaan Film Terbaik.
Film-film Mer, demikian sapaan akrab aktris kelahiran Bandung itu, banyak yang masih dikenang sampai sekarang. Misalnya 'Ketika Musim Semi Tiba' (1986), 'Selamat Tinggal Jeannette' (1987), 'Tatkala Mimpi Berakhir' (1987), dan tentu saja empat seri 'Catatan Si Boy' (1987-1990). Tak menghiasi film-film drama, Mer juga tampil di beberapa film komedi Warkop Dono-Kasina-Indo, seperti 'Dongkrak Antik' (1982) dan 'Makin Lama Makin Asyik' (1987).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di era 2000, Mer sudah tak nyanyi lagi, tapi Magma ini masih menggegak di layar lebar. Antara lain ia muncul di film 'Kafir' (2002), dan tiga sekuel 'Get Merried' (2007-2011). Dan masih juga, magma Mer belum terkalahkan oleh aktris-aktris muda. Lewat 'Get Merried' garapan Hanung Bramantyo ia masih mampu menyabet Piala Citra sebagai Aktris Pendukung Terbaik FFI 2007.
Di era industri televisi, Mer juga eksis di layar kaca sekencang eksistensinya di film. Tak terhitung lagi sinetron yang dibintanginya, yang umumnya menampilkan dirinya sebagai tokoh antagonis yang supersadis. Namun, bukan berarti hanya itu 'prestasi'-nya. Pada 1994 Mer meraih Piala Visia Festival Sinetron Indonesia lewat perannya dalam sinetron 'Aku Mau Hidup'.
Magma Mer ternyata tak hanya memanaskah panggung dunia hiburan, tapi juga skandal asmara. Pada akhir dekade 2000 Mer diisukan digaet pengacara kondang dengan penampilan yang flamboyan, Hotman Paris Hutapea. Meskipun tak pernah diakui secara terbuka oleh masing-masing
pihak, namun hubungan itu kemudian menjadi rahasia umum.
Hotman pun sepertinya tak menutup-nutupi, bahkan Hotman kerap memamerkan kemesraan di depan publik, seperti di acara kawinan artis
atau pun konser musik.
Mer sendiri sebelumnya memang dikenal sebagai janda setelah dua kali perkawinannya gagal. Ia menikah pertama kali dengan aktor Ferry Anggriawan dan kemudian cerai. Lalu, ia menikah lagi dengan sutradara dan produser Adi Surya Abdi, dan lagi-lagi berakhir cerai. Dari pernikahannya dengan Adi, Mer mendapat dua anak, Albert Surya dan Nigel Pino.
Pada Rabu (28/3/2012) lalu Sang Magma membuat ledakan yang mengejutkan. Ia muncul di Polda Metro Jaya, melaporkan Hotman yang dalam laporannya ke polisi dituduhnya telah menganiaya dirinya. Anehnya, yang dilaporkan Mer adalah kerjadian yang telah lewat 3 tahun lalu. Ada apa dengan Sang Magma? Kenapa tiba-tiba meledak?
Inikah akhir dari kehidupan seorang aktris yang paling produktif dan -mestinya- paling kaya sejak 1981 sampai sekarang? Inikah akhir dari riwayat sang Roro Mendut, peran yang dilakoninya pada 1983 dalam film berjudul sama, yang membuatnya mendapat jejuluk bom seks? Magma itu ternyata masih panas....
(mmu/yla)











































