"Saya bilang saya harus somasi yang bilang buku ini sampah. Ini bikin buku bukan bikin goreng pisang. Perlu energi dan wawasan dalam membuatnya," katanya saat ditemui di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (25/3/2012).
Derek merasa buku yang ditulisnya sangatlah subyektif. Ia juga bersedia bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Derek juga mengutarakan apa yang menjadi alasan dirinya menjadikan Moerdiono sebagai bahan tulisannya. Menurutnya, Moerdiono dilihat sebagai sosok yang pantas disebut negarawan.
"Kalau Bu Poppy dikte saya, itu tidak ada nada dalam tulisan saya. Jadi saya menulis bukan hanya sekedar ada proyek atau ada uang. Tapi karena saya tidak dapat sepeserpun dari fee penulisan, saya bisa bebas," katanya.
(wes/ich)











































