Tak hanya telah menyita waktunya, Dea pun merasa kerja kerasnya itu tak diimbangi hasil memuaskan. Betapa tidak, Dea yang juga dituntut syuting hingga larut malam mengaku telah dirugikan oleh rumah produksi tersebut.
"Jam tidur jadi terganggu, biasanya jam 12 tidur, harus istirahat. Tapi secara profesional dan menjalankan kewajiban ya mau nggak mau harus aku jalanin (syuting). Kalau pas sekolah dari jam 1 (malam) aku sudah bilang mau pulang. Nggak mungkin kerja sampai pagi terus sekolah," ungkapnya saat ditemui di Cafe Tee Box, Jakarta Selatan, Senin (12/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meminta hak saya, yang kelebihan jam tayang itu. Aku menuntut hak aku, aku sudah menjalankan kewajiban sampai selesai, tapi hak aku nggak diselesaikan," paparnya.
Dea mengaku telah menelan kerugian hampir Rp 300 juta. Ia pun telah melayangkan somasi ke rumah produksi itu terhitung tanggal 2 Maret 2012.
(fk/nu2)











































