Saat itu, Shinta juga terlihat sangat ketakutan. Tak sedikit air mata yang membasahi pipinya. Ia juga mengaku sempat mengurung diri karena ancaman tersebut datang dari seorang jenderal di kepolisian.
Tak bisa seterusnya mengurung diri, Shinta pun memberanikan untuk bicara di depan awak media. Kala itu, ia juga mengancam akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya selalu dibimbing tentang agama dan kehidupan sama beliau. Dia menunjukkan jalan ke saya," ungkapnya saat ditemui di Gedung Mayapada, Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2012).
"Saya datang ke Jakarta kemudian bertemu dengan beliau, kalau saya bilang dia itu penyelamat buat saya. Kita kan nggak tahu kehidupan di Jakarta," lanjut perempuan asal Wonosobo itu.
Ia juga menilai sang jenderal adalah sosok yang selalu memberikan suport, terutama dalam karier bintang 'Pulau Hantu 3' itu. Lalu, siapakah sosok penyelamat itu?
"Karena saya tak mau menyebutkan siapa, biarkanlah saya dan beliau yang tahu," ujarnya.
Setelah berdamai, bukannya suasana semakin mereda, Shinta malah banyak dikabarkan berani menguak kasus asmara tersebut karena ingin melakukan pemerasan terhadap sang jenderal. Benarkah?
"Tak ada memeras! Itu jelas tak ada!" sergah kuasa hukum Shinta, Achmad Rifai.
(nu2/yla)











































