"Kalau sampai akhir Desember nanti aku nggak punya pacar, 2012 aku cari pacar cowok," sahut Mongol disertai tawa panjang. "Aku sudah 2 tahun jomblo, makanya agak miring otakku," sambungnya.
Pria kelahiran Manado 27 September 1978 itu sebelumnya pernah menjalin cinta dengan seorang cewek asal Lampung. Namun, hubungan mereka kandas setelah berjalan selama dua tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Jakarta sekarang untuk mencari seseorang yang sempurna sudah susah. Mayoritas pasti mikirnya ke hal-hal yang berbau finansial. Apalagi cewek di Jakarta mencari pacar, selalu lihat fisik. Kalau itu aku pasti sudah gagal dan tereliminasi pertama," paparnya, lagi-lagi seraya tertawa terbahak-bahak.
"Aku saja kalau naik Trans Jakarta dengan muka begini, itu bisa langsung kosong dan leluasa daerah di sekitar aku. Soalnya penumpang lain pasti minggir dan megangin tas karena mikir aku tukang copet. Hahaha," sambungnya.
Walau hingga saat ini belum juga punya pacar lagi, Mongol mengaku tetap berusaha menjalaninya dengan santai. Apalagi pria penyuka cewek berambut panjang itu kini disibukkan dengan segudang pekerjaan.
"Dalam prinsip hidup aku, menjalani hidup lebih enak daripada mikirin hidup. Karena kalau kita mikirin hidup, 40 tahun pasti stroke. Tapi dengan kita menjalani hidup, yakin pasti umur panjang," ujarnya mendadak jadi motivator.
Jadi, bener ya, siap pacaran dengan cowok? "Jomblo kan bukan berarti homo," sergahnya buru-buru. "Orang banyak mikir aku homo karena materi aku kebanyakan soal itu. Lagian nggak mungkinlah muka jelek begini homo. Siapa juga yang mau," tandasnya sambil menertawakan dirinya sendiri.
(bar/mmu)











































