DetikHot

celeb

Dena Rachman, Perjuangan Berat Menerima Jati Diri

Selasa, 22 Nov 2011 12:37 WIB  ·   - detikHOT
Dena Rachman, Perjuangan Berat Menerima Jati Diri
Jakarta - Seperti dikisahkan sebelumnya, mantan artis cilik Renaldy yang kini dikenal dengan nama Dena Rachman adalah seorang transgender<\/a>. Ia pun mengaku butuh perjuangan berat untuk menerima jati dirinya itu.

Artis kelahiran Jakarta, 30 Agustus 1987 itu mengisahkan, awalnya ia mengaku sulit menerima kondisinya bahkan pernah menyalahkan Tuhan.
Sejak kecil, ia telah merasa sebagai perempuan yang \\\"terjebak\\\" dalam tubuh laki-laki.<\/a>

Namun lambat laun Dena pun mengaku mulai bisa menerima kenyataan dan mencoba berpikir positif. Ia yakin Tuhan tidak mungkin pernah membuat kesalahan pada ciptaan-Nya dan pasti ada rencana mengapa dirinya seperti itu.

\\\"Aku rasa itu wajar ya. Setiap ada masalah, orang pasti menyalahkan kondisi dan lain-lain. But I\\\'m just trying to be positive and take into account of all beautiful things that I\\\'ve been given. God makes no mistake. There must be some plan for me,\\\" tuturnya kepada Detikhot.


\\\"\\\"

Dena menceritakan semuanya bermula ketika ia masih mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lab School, Rawamangun, Jakarta Timur. Seorang temannya menyarankan ia untuk jujur dan menunjukkan jati dirinya sebenarnya.

\\\"Ada satu teman aku bilang, kalau lo nggak nyaman, nggak usah sok-sok laki-laki deh. Kita juga tahu kali. Lagian enakan jujur saja! Something like that,\\\" ingatnya.

Anak kedua dari empat bersaudara itu pun mengikuti saran temannya tersebut. Walaupun awalnya sulit, ia mengaku kemudian menjadi nyaman dan bahkan mendapat dukungan dari lingkungannya sebagai seorang transgender.

\\\"Waktu itu aku kelas 2 SMP and I started to accept myself. But it was even harder to do. But at least, I start to feel comfortable and my friends are okay with me. They support me no matter what,\\\" ungkap mahasiswa pascasarjana di University of Bologna, Italia itu.


\\\"\\\"

Ketika mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6, Jakarta Selatan, Dena pun mengaku diterima dengan baik. Ia membantah gosip yang beredar di beberapa forum di internet yang mengatakan bahwa dirinya mendapat diskriminasi.

\\\"Aku masuk di SMA 6. Waktu itu gosip-gosip di Jakarta sudah beredar dan aku jadi sorotan satu sekolah. I just accept who I am. Dan hasilnya, I have so many friends both male and female and they all love me, including my seniors, juniors,\\\" katanya.

\\\"Termasuk guru-guru di SMA 6 waktu itu, semua baik-baik saja. Aku nggak mengalami tuh masa SMA yang diolok-olok karena aku \\\"beda\\\" dari yang lain. It was HOAX! I was perfectly FINE and that was because I was true to myself and they saw the real me despite my sexual orientation,\\\" sambungnya.


\\\"\\\"

Dena juga merasa sangat diterima lingkungan pergaulannya saat berkuliah di Jurusan Komunikasi Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Ia merasa hidupnya indah semenjak jujur kepada dirinya sendiri.

\\\"Waktu aku kuliah di UI, I was getting along with the rest of students with no problem. Everyone respects me and my decision. They are intellectual anyway, they can see quality in people. It was a beautiful life when I tried to be true to myself and the world,\\\" tandasnya.

Lantas apa kisah selanjutnya? Bagaimana tanggapan Dena terhadap orang-orang yang mengolok-oloknya di berbagai forum di internet? Ikuti terus hari ini, hanya di Detikhot!





(bar/mmu)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed