Pernikahan Astrid-Arlan dilangsungkan di Masjid Bani Roslani yang berjarak 50 meter dari rumahnya, Wonorejo III, Surabaya, Jumat (18/11/2011).
Usai melangsungkan ijab-kabul, kedua mempelai dikawal dua orang, laki-laki dan perempuan. Masing-masing bertugas menabur beras kuning dan memukul-mukulkan sapu lidi sepanjang perjalanan dari lokasi pernikahan menuju ke rumah Astrid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut kerabat Astrid, Zainal, aksi pasangan itu merupakan adat Yogyakarta yang dinamakan "edan-edanan". "Prosesi itu bertujuan untuk menolak bala (petaka) bagi perjalanan pengantin sehingga selamat," katanya.
Sementara Astrid sendiri mengaku, jika seluruh prosesi pernikahannya akan menggunakan adat Yogyakarta yang sengaja dipilihnya dengan alasan tidak ribet.
"Sengaja saya memilih adat Yogyakarta karena lebih simpel dibandingkan adat Solo," ujarnya kepada wartawan usai prosesi pernikahan.
(ze/nu2)











































