Dara kelahiran Jakarta 3 November 1984 itu telah menempuh jalan yang terjal untuk mencapai impiannya itu. Sebab, ia harus susah payah membagi waktu antara dua profesi yang berbeda. Sebab, selama menekuni kuliahnya, ia juga menjalani pekerjaannya di bidang entertainment.
"Susah banget bagi waktunya. Apalagi pas lagi co ass di salah satu rumah sakit. Kalo pas dapet jadwal syuting yang mepet banget atau berbarengan dengan co ass, nggak bisa izin," bebernya kepada detikHot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untungnya, selama kurang lebih tiga tahun belakangan ini ia bersama sang manajer bisa menyiasati itu semua. Alhasil, Jeng Kelin bisa berhasil meraih gelar dokter itu.
Maka tak heran bila belakangan ia lebih memilih mengisi di acara-acara talkshow, atau menjadi bintang tamu dan sejenisnya, yang tak terlalu menyita banyak waktu. Meski awalnya terjun di industri hiburan melalui sinetron, kini ia belum mau kembali ke dunia yang telah membesarkan namanya itu.
"Kalau untuk sinetron nanti dulu deh, bukannya apa-apa, waktunya yang nggak bakal bisa. Aku harus tetap menjalankan kedua profesiku secara bersamaan. Takut nggak komit aja sama waktunya, nanti malah berantakan semua, kan kasihan," ujarnya dengan bijak.

Wanita yang mengaku cukup perfeksionis itu sekarang sedang menjajal akting untuk layar lebar lewat film perdananya, 'Poconggg juga pocong'. Ia menjadi pemeran utama. Hal ini menjadi salah satu ukuran Gina bahwa dirinya telah sukses mengatur waktu dengan baik.
Hingga kini, Gina masih merasa nyaman berada di lingkup pekerjaan yang lebih banyak melucu dan membuat orang tertawa. Tapi ia mengaku masih kurang percaya diri untuk disebut komedian. Karena menurutnya, ia bukanlah orang yang bisa selalu membuat lucu.
"Aku kan bukan pelawak atau komedian, aku cuma berperan menjadi Jeng Kelin yang tugasnya membuat orang jengkel dengan suara, tingkah laku dan gesture tubuhnya. Kalau emang mau dibilang komedian aku harus banyak belajar lagi," ujarnya merendah.
(rac/mmu)











































