Dia bukan tidak tahu hal itu. Dheeraj bahkan mengikuti setiap forum yang berisi hujatan terhadap dirinya. "Saya banyak dapat kritikan dari orang atau di forum-forum internet. Banyak yang caci-maki dan menghujat saya," ujarnya menyadari.
Berbincang dengan Detikhot di kantornya di Jalan Dr Saharjo, Tebet Barat, Jakarta Selatan, Dheeraj blak-blakan mengenai berbagai hal yang merundung dirinya akibat film-film produksinya. Hujatan terhadap dirinya bahkan sudah sampai menyerempet sentimen SARA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lahir di sini (Indonesia), di Rumah Sakit Bunda, Menteng, Jakarta Pusat," rincinya. Ia pun menyayangkan sikap beberapa ormas dan masyarakat yang kerap menyudutkannya. Ketika disodorkan fakta tentang "hobinya" mendatangkan bintang film porno, yang bagaimana pun meresahkan sebagian golongan masyarakat, Dheeraj berkelit lincah.
Baginya, tak masalah mendatangkan bintang film porno ke Indonesia asalkan bukan untuk syuting film porno. "Sebenarnya mereka itu tidak bisa melarang bintang porno untuk main film di Indonesia. Mungkin imej mereka seperti itu, tapi mereka ke sini bukan main film porno. Kita nggak syuting film porno, yang kita mau syuting film-film yang pastinya ada peraturannya," paparnya mencoba berargumen.
Dheeraj mengaku selalu berusaha menyikapi hujatan dan kritik pedas serta bahkan ancaman yang datang kepadanya dengan kepala dingin. Ia lalu melontarkan kritik balik, dengan menilai masyarakat terlalu kaget jika ia mengundang bintang porno bermain dalam filmnya. Ia sendiri menganggap adegan dalam filmnya biasa saja.
"Kalau kita panggil bintang porno, masyarakat kita udah terlalu kaget. Tapi ketika mereka lihat filmnya, o, adegannya biasa, baru mereka sadar," ujarnya.
(bar/hkm)











































