Perempuan berusia 31 tahun itu jatuh ketika mengendarai sepeda gunung. Karena kecelakaan itu tulang ekornya patah, urat putus dan tulang punggungnya pun bengkok.
"Aku masih di 'Jejak Petualang' juga. Cuma sejak 3 tahun terakhir ini aku khusus isu kelautan. Karena aku nggak bisa serakah, jadi fokus ke isu kelautan, semua itu gara-gara sepeda," ujar Riyanni ditemui dalam acara WWF di Ninety Nine Restaurant, Ranch Market The Landmark, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak aku sebenarnya sama kayak aku, ringkih. Kita berdua punya masalah paru-paru. Aku dari kecil punya asma dan dia punya alergi asma. Jadi aku pilih kegiatan yang lebih cocok, ke laut," jelasnya.
Ketertarikan Riyanni kepada laut pun ia tunjukkan dengan terjun ke majalah soal kelautan. Perempuan lulusan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor itu menjadi direktur kreatif dalam majalah gratis tersebut.
(yla/mmu)











































