Tina Talisa: Kritiklah Saya dengan Elegan

Hot Profile

Tina Talisa: Kritiklah Saya dengan Elegan

- detikHot
Rabu, 08 Jun 2011 09:23 WIB
Tina Talisa: Kritiklah Saya dengan Elegan
Jakarta - Dalam beberapa forum di internet, presenter Apa Kabar Indonesia Malam di TV One Tina Talisa kerap dikritik bahkan dihujat karena dianggap sering memaksakan opininya pada narasumber. Tina pun mengaku tak masalah dikritik, asal dengan cara yang elegan.

"Siapapun boleh mengkritik, aku nggak masalah asal caranya yang elegan, jangan malah menyerang pribadi. Aku lebih menghargai kalau seperti itu," ujarnya ketika berbincang dengan Detikhot di Velpa Restaurant, Gandaria City, Jakarta Selatan.

Menurut wanita kelahiran 24 Desember 1979 itu, setiap presenter punya gaya dan cara sendiri dalam mewawancarai narasumber. Jika ada penilaian dari masyarakat, ia mempersilakan saja. Yang jelas, belum ada narasumber yang kapok atau pun kecewa kepadanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang sering ngeliat aku di depan layar berdebat keras sama narasumber, tapi kan mereka nggak tahu kalau sesudahnya itu kita biasa aja, malah ketawa-ketawa. Karena aku di luar kerjaan kan berhubungan baik sama narasumber," terangnya.



Diakui Tina, ketika mewawancarai narasumber ia selalu berusaha bertanya dengan kritis namun tidak menyakiti hati. Baginya yang terpenting adalah bagaimana pertanyaannya itu nantinya dapat mewakili rasa keingintahuan pemirsa.

"Aku belajar dari ilmu kedokteran gigi, gimana caranya cabut gigi pasien tanpa dia merasa sakit. Nah di sini, gimana caranya kita nyudutin orang tanpa dia merasa sakit," ujar lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, Bandung itu.

Dunia jurnalis yang dinamis pun membuat Tina mempunyai pergaulan yang luas. Ia berteman dengan berbagai kalangan, dari masyarakat biasa, pengusaha sampai kaum politisi dan pejabat. Namun lagi-lagi timbul cibiran bahwa Tina gampang dekat dengan pejabat dan politisi, mudah menembus narasumber, lantaran fisiknya yang cantik.



Bagaimana ia menjawab tudingan miring seperti itu? "Masyarakat harusnya lebih memandang kualitas aku dibanding fisik aku. Salah nggak kalau presenter punya fisik yang menarik? Pasti nggak nolak juga kan?" tanyanya retoris.

Tina tak mau terlalu ambil pusing dan memperpanjang perdebatan tentang hal itu. Semua bentuk kritik dianggapnya sebagai pujian dan masukan untuk membuatnya lebih baik. Walaupun tak menampik ada kekecewaan dalam dirinya, ia tetap lega karena masih banyak pula yang menyukainya.

"Aku nggak bisa menyenangkan semua orang dan bukan tugas aku menyenangkan semua orang. Karena pada dasarnya nggak ada satu pun yang bisa menyenangkan semua orang," tandasnya seraya tersenyum diplomatis.


(bar/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads