"Di Indonesia ini banyak sekali orang yg hidup tidak layak, tidak punya edukasi, banyak bayi dibuang. Hatiku nggak pernah tenang. Makanya lewat melukis ini aku berharap bisa membantu sedikit," ungkapnya.
Chelssie memang aktif melukis di sela-sela kesibukannya beraktivitas. Seluruh keuntungan dari penjualan lukisannya nanti akan disumbangkan ke berbagai yayasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chelssie mengatakan, baginya hidup tidak hanya bicara soal kepentingan pribadi, namun juga harus memikirkan nasib sesama. Ketulusannya membantu kaum yang kurang beruntung pun dilakukannya sebagai ungkapan syukur bisa bekerja dan berkarya di Indonesia.
"Aku kerja di negara orang dan nyari uang di negara orang. Ini juga supaya aku terasa bersyukur kalau tinggal di sini. Jadi jangan hanya tutup mata sama sekitar dan maunya cuma hidup enak," jelasnya.
Chelssie merasa tak akan bisa berbuat banyak jika hanya mengandalkan pendapatannya sekarang. Namun hal itu tak lantas menyurutkan semangatnya. Malah suatu saat nanti, ia bercita-cita bisa membuat sebuah yayasan dan sekolah untuk anak-anak yatim-piatu.
Lantas lukisan seperti apa yang dibuatnya, dan dari mana bakat melukis dimiliki wanita asal Kelowna, Kanada itu?
"Aku nggak tahu ilmu dari mana bisa ngelukis, tapi aku berharap bisa pakai buat bantu orang lain. Lukisan ini religius, agama Islam, bikin-bikin kaligrafi Islam," jelas perempuan yang menjadi mualaf pada lebaran tahun lalu itu.

Keputusannya memeluk Islam memang dilewatinya setelah proses pencarian panjang. Penggemar Iwan Fals itu mengakui terlahir dari keluarga yang dasar agamanya tidak kuat. Ibunya seorang penganut Katholik yang tidak terlalu taat, dan ayahnya bisa dikatakan seorang atheis karena masih berasal dari suku Indian Kanada asli.
Kendati begitu, Chelssie mengaku kedua orangtuanya sangat baik dan perhatian. Islam juga banyak dipelajarinya dari sang pacar, Angga Ginanjar yang juga menjadi manajernya. Lewat kekasihnya itu, pelan-pelan ia mulai belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik dan sabar.
Dalam prosesitu Chelssie tak menampik masih banyak kekurangan dalam dirinya. Maka itu, kecintaannya pada agama barunya itu dituangkannya lewat lukisan yang dibuatnya.
"Lukisan itulah suara aku. Lewat itu aku berkreasi dan berusaha menyuarakan agamaku. Ini agamaku, ini agama yang aku lagi belajar dan yang aku senang sekali seninya. Aku berharap dari lukisan itu nanti di rumah orang kalau dilihat bisa membantu membuat tenang dan bikin sabar," tandasnya.
(bar/mmu)











































