'Salam SCTV' yang Khas itu Berawal dari Iseng

Profil Jeremy Teti (1)

'Salam SCTV' yang Khas itu Berawal dari Iseng

- detikHot
Rabu, 25 Mei 2011 12:09 WIB
Salam SCTV yang Khas itu Berawal dari Iseng
Jakarta - Siapa yang tak kenal Jeremy Teti? Aksen bicaranya yang unik dan "salam SCTV"-nya yang khas ketika membawakan program berita Liputan 6 Malam membuat namanya begitu lekat di masyarakat. Namun siapa sangka, ternyata semua berawal dari sekadar iseng.

"Awalnya cuma iseng doang. Tapi kata Nova Rini (presenter) waktu itu, 'Bang, kayaknya itu (Salam SCTV) dipatenkan aja, udah pokoknya closing-nya digitu-gituin aja, kayaknya lucu deh'. Ya udah sampai sekarang gini," terangnya ketika ditemui detikhot di SCTV Tower, Senayan City, Jl Asia Afrika, Jakarta.

Ketika itu, Jeremy sempat merasa takut pada atasannya karena keberaniannya mengubah gaya penyampaian berita. Namun, ia lega karena ternyata pimpinannya tak mempermasalahkan, bahkan malah meledek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu itu Pak Fofo Sariaatmadja ketemu gue di lift kantor dan dia nyapa, 'salam SCTV!' Ya udah, kalau owner-nya udah suka kan gue juga jadi tenang. Teman-teman di lapangan semua juga ngeledekin gue begitu hahaha," ungkapnya bangga.




Pria asal Atambua, Nusa Tenggara Timur itu bersyukur dengan ciri khasnya membawakan berita seperti sekarang. Baginya, dunia televisi memang menuntut untuk selalu kreatif. Sebagai presenter ia pun harus punya ciri tersendiri, yang bisa dijual ke masyarakat.

β€œKalau flat-flat aja ya orang bakalan pindah saluran. Kalau presenter cantik dan seksi kan enak, udah biasa dan gampang jualannya. Nah, gue apa yang bisa dijual? Udah jelek, tuir (tua) pula, apa yang bisa dijual lagi?” kelakarnya.




Bila gaya bicara yang cenderung santai dan tidak konvensional seperti presenter umumnya membawakan berita itu dimaksudkan sebagai untuk menghibur penonton, maka Jeremy boleh dibilang berhasil. Ia pun menyodorkan bukti dari hasil survei.

Menurut pria yang gemar bermain tenis itu, dari survei yang dilakukan, penonton Liputan 6 Malam lebih didominasi kalangan wanita usia 20 hingga 40 tahun dan "bermasalah". Bermasalah? Ya, misalnya insomnia, masalah kantor, keluarga dan sebagainya.

"Para perempuan 'bermasalah' kan susah tidur kalau malam hari. Nah, yang sibuk online, nelepon, chatting atau ngapain aja, ya gue sapa semua, supaya mereka merasa ditegur,” ujarnya.




Banyak yang senang, namun ada pula yang mencemooh gaya Jeremy membawakan berita yang dianggap "lebai" seperti membawakan acara infotainment. Namun ia maklum, dan menganggap itu sudah risiko pekerjaannya.

"Ya itu risiko profesilah ya, harus sabar. Ada orang yang suka sama kita ada juga yang nggak. Ya udah nikmatin aja,” komentarnya santai.


(bar/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads