"Saya senang memuaskan para klien. Apalagi kita udah dipilih, jadi ya harus maksimum dong dengan kerjanya. Harus bisa memuaskan semua pihak," ujarnya dalam perbincangan santai dengan detikhot di kawasan Senanyan, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pokoknya kita harus bekerja maksimal dan profesional, harus bisa memuaskan semua pihak," ulangnya menegaskan.
Meskipun demikian, Diana mengaku ogah jika dirinya ditawari untuk bermain di film horor dengan tren saat ini yang lebih menjual sensualitas dan keseksian tubuh perempuan. Ia mengaku tak terbiasa mengumbar tubuh sendiri dalam peran-peran yang "panas".
"Gue emang nggak bisa sensual atau yang seksi-seksi gitu kali. Lagian dari dulu kan gue juga udah punya pasar gue sendiri, jadi gue nggak mau melenceng dari situ, nanti malah dianggap banting setir," jelasnya.

Untuk saat ini, Diana merasa masih dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Ia juga tak ingin salah langkah dengan berperan yang "macam-macam". Oleh karena itu ia tetap mengandalkan apa yang ada dan bisa dilakukan pada dirinya saat ini.
"Sejauh ini sih imej aku yang terbentuk di masyarakat aku nice people, baik, kalau berperan mungkin jadi orang yang tertindas, atau juga kalau di sinetron perannya suka yang protagonis. Jadi nggak mau yang macem-macem deh," tambahnya.
Sedangkan untuk peran yang seksi-seksi, Diana mengaku itu bukan sesuatu yang "gue banget". Meskipun, ia juga menyadari sebagai artis harus bisa memerankan semuanya. Tapi untuk adegan dan peran-peran seksi seperti itu menurutnya seorang artis harus tahu di mana hubungannya dengan cerita dan peran yang didapatkan.
"Kalaupun harus beradegan seksi, harus ada nilai connecting-nya. Misalkan, harus menggunakan two pieces, harus sesuai dengan lokasinya di mana. Nggak mungkin dong kalau adegan begitu nggak ada connecting-nya, mendingan bikin film porno aja sekalian," ujarnya sambil tertawa.
(rac/mmu)











































