Awalnya, Sartono mengikuti lomba menciptakan lagu pendidikan antar guru pada tahun 80'an. Ratusan peserta pun dikalahkannya, hingga dirinya menjadi pemenang dan lagunya menjadi salah satu lagu wajib di Indonesia.
Sartono adalah guru yang tak pernah diangkat menjadi guru tetap. Ia pun tak pernah mendapat royalti dari pembuatan lagunya. Bahkan, sekarang hidupnya hanya bergantung kepada sang istri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dukungan pun datang dari berbagai forum internet bernama 'Dompet Hymne Guru'.
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa
(nu2/nu2)










































