Perpisahan mantan pasangan duet sensasional itu ternyata berbuntut panjang. Syahrini membeberkan beberapa fakta versi dirinya yang memojokkan Anang.
Tapi pihak Anang buru-buru membantah tudingan tersebut. Berikut cerita awal pertemuan dan perpisahan Anang dan Syahrini yang dituturkan produser Anang, Hadi Sanyoto, Senin (2/5/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal pertemuan Anang itu di RCTI, dan yang meminta duet itu Syahrini terlebih dahulu. Katanya bapaknya Syahrini mau keluarin biaya Rp 200 juta, tapi ternyata seperak pun tidak dibayar, akhirnya Anang produksi.
Menurut Syahrini, Anang yang mendorongnya untuk solo?
Anang bilang produksi solo Syahrini setelah duet Anang sama Aurel, tapi mungkin, Syahrininya ngebet dan diminta untuk dicarikan produser untuk mengorbitkannya.
Bagaimana akhirnya Syahrini memilih solo, dan memakai lagu 'Aku Tak Biasa' dipilih menjadi single?
Awalnya tidak ada yang mau memproduserinya karena Syahrini minta Rp 3 miliar untuk 3 album. Tapi akhirnya Pak Iwan (produser album solo Syahrini) mau, dan harganya turun jadi Rp 700 juta untuk 3 album.
Tapi karena Syahrini pintar, dia minta bayaran diganti mobil seharga Rp 1,1 miliar yang disetujui oleh Pak Iwan.
Apa ada keterlibatan Anang di lagu 'Aku Tak Biasa'?
Anang dikontrak Pak Iwan juga untuk produksi album pertama, 10 lagu dengan perjanjian Rp 500 juta, dan salah satu lagunya 'Aku Tak Biasa'.
Lagu-lagu lainnya ditolak Syahrini tapi ada satu judul yang pak Iwan suka tapi tetap di tolak oleh Syahrini, dan akhirnya diputus kontrak dengan Anang.
(ich/ich)











































