Nama Khalifa termasuk dalam daftar tamu resmi yang dirilis akhir pekan lalu oleh Istana St James. Diundangnya Khalifa telah menuai kritikan publik menyusul kekerasan yang dilakukan otoritas Bahrain terhadap para demonstran.
Pangeran Bahrain mengatakan, dirinya sempat berharap situasi di Bahrain akan membaik sehingga keadaan di negaranya tidak membayangi upacara pernikahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami diberitahu pagi ini bahwa Putra Mahkota Bahrain tak akan menghadiri perkawinan, dan kerajaan Bahrain tak akan mengirimkan siapapun di istana Putra Mahkota untuk mewakili Raja," ujar juru bicara kantor Pangeran William seperti dilansir Daily Mail, Senin (25/4/2011).
"Kami tak ada penjelasan lebih jauh atas statemen ini. Keputusan itu adalah hak mereka dan hak mereka pula untuk menjelaskan," imbuh juru bicara tersebut.
Pangeran Bahrain itu termasuk satu di antara lebih dari 40 figur kerajaan asing yang diundang untuk menghadiri pernikahan Pangeran William pada 29 April mendatang.
(ita/ich)











































