Bertempat kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Maria menegaskan keinginannya tersebut. Ia tidak ingin kasus pelarian anaknya direkayasa secara berkepanjangan.
"Tadi saya bertemu salah satu komisioner LPSK, ya bertukar pikiranlah. Intinya begini, saya tidak berniat menjelekan lembaga negara. Tetapi saya juga tidak mau lembaga negara digunakan, diobok-obok oleh beberapa oknum. Saya akan buka besok, sekalian nama-namanya yang terlibat. Ini sebenarnya kriminalisme. Bukan hanya Arumi sebenarnya korbannya," kata Maria, Kamis (17/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertanyaan saya sebagai orangtua, ada kepentingan apa mereka terhadap anak saya? Itu pertanyaan mendasar saya. Kenapa mereka takut Arumi kembali kepada orangtuanya? Takut akan terbongkarkah?" tanya Maria dengan nada bicara tinggi.
Ia bercerita jika selama ini kuasa hukumnya, Muhammad Yahya Rasyid menginvestigasi orang-orang yang disebutnya sebagai mafia di balik kaburnya Arumi.
"Nanti kita akan bongkar semuanya. Di sini memang sudah ada sindikat. Motifnya ya uang dan popularitas, dan ada unsur pemerasan. Banyak korban, bukan hanya Arumi saja," papar Yahya.
(ebi/ebi)










































