Dewi mengaku, mencici rokok karena mengikuti kebiasaan sang ayah kala itu yang perokok berat. Setelah mengetahui rasanya tidak enak, ia pun memutuskan untuk berhenti.
"Ayah saya perokok berat, dari kecil saya melihat dia merokok dan anak nggak selalu jauh-jauh dari yang dilakukan oleh orangtuanya. Jadi suatu hari ketika rokok ayah saya nganggur saya coba. Ternyata nggak enak, dan nggak pernah coba-coba lagi," kenangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kesehatannya. Kepedulian itu terus bertambah saat sang ibu meninggal dunia karena gagal ginjal.
"Selama 4 tahun beliau keluar-masuk rumah sakit," ungkapnya. Sejak itu, ia mewajibkan dirinya meminum air putih minimal sebanyak 2 liter setiap harinya, dan makan makanan sehat.
Dengan kebiasaan seperti itu, ia berharap akan tetap sehat sampai hari tua datang. "Menyedihkan sekali melihat ibu saya harus cuci darah sampai akhirnya meninggal," kenang Dewi lagi.
"Mulai dari situ saya takut. Saya selalu bilang ke teman-teman saya, tubuh kita selalu berbicara. Mulai dari yang simpel kayak jerawat,
rambut rontok apapun yang abnormal. Tubuh kita sedang berbicara that's something wrong with your body," paparnya.
(ebi/mmu)











































