Sebenarnya, Riri merasa dirugikan dengan tindakan Alvin dan Alice yang menyerangnya tiba-tiba di sebuah Kafe di Bandung, Sabtu (26/2/2011) dini hari. Ia merasa nama baiknya dicemarkan dengan tuduhan telah memukul dan mengeroyok Alvin.
"Saya rasa ada fitnah yang mungkin direkayasa oleh mereka dari awal. Mungkin mereka sedang berantem. Ini sebagai pencemaran nama baik. Kalau fitnah ini terus dibawa mereka akan menjadi bumerang sendiri untuk mereka," papar Riri saat menggelar jumpa pers di Barcode, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (28/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sempat lihat kejadian tersebut, ini bukan CCTV. Ini kamera dokumentasi karena memang saat itu ada acara. Yang pertama kali saya lihat adalah suasana DJ booth di mana DJ Riri sedang bekerja. Di video tersebut mereka memaksa masuk, lolos dari penjagaan sampai terakhir yang menjaga adalah Ola. Lalu ada seseorang yang menjambak rambutnya Ola. Tapi bukan tangan Ola, ini keliatan sekali tangannya Ola ada di bawah, memang ada yang jambak Alice tapi tidak terlihat siapa yang jambak," begitu kesaksian Vicky.
Sampai saat ini Riri masih belum tahu motif penyerangan Alvin. Ia hanya menduga Alvin cemburu dengan dirinya.
"Dari gue jujur nggak tahu ya. Sebetulnya ya saya ngingetin aja, kita harus berhati-hati berkata-kata. Ini yang dilaporkan adalah tindak pidana yang tidak saya lakukan," paparnya.
Namun apa pun tuduhan Alice, Riri akan tetap hadapi. Ia pun tidak akan mangkir dari pemeriksaan kepolisian.
"Saya santai aja, tinggal nunggu panggilan. Kalau mereka mau tarik balik itu (laporan) lebih baik. Saya nggak repot-repot. Kita santai kok, terbuka lebar (untuk damai). Memang harusnya mereka mencabut perkara dan minta maaf, kita nggak mau fight back dan itu bukan kita banget sebetulnya cuma kalau mau tetap lanjut, ya boleh," tutup Riri. (ebi/ich)











































