Saat ditemui detikhot di kediamannnya di Pondok Cabe Ilir, Tangerang, pada sabtu (8/1/2011), Epy terlihat sangat tabah. Bahkan, saat bercerita, Epy sempat tertawa, namun beberapa kali Epy tidak bisa menutupi kesedihannya.
Epu mengaku sempat tidak dapat berpikir dengan jernih saat divonis terkena kanker otak. Apalagi, dokter yang memeriksanya memprediksi umurnya tidak panjang lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menenangkan istri dan keluarga, Epy berusaha untuk menutupi perasaannya dan tidak terlalu memikirkan penyakitnya. Namun, dengan jujur, ia mengakui kalau dirinya sangat tertekan.
"Saya mimpi ketemu dijenguk orang yang udah meninggal," ucapnya.
Karena masalah biaya, Epy menolak untuk melakukan operasi. Ia memutuskan hanya menjalani pengobatan alternatif.
"Serahin aja sama Yang Maha Kuasa," pungkasnya.
(ebi/hkm)











































