Dituturkan putri kedua Amak, Farhana kepada detikhot, Selasa (4/1/2011), Abahnya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk kegiatan sosial. Amak menjadi pengurus sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan.
Sudah beberapa tahun belakangan Amak tidak terlibat di dunia teater maupun akting. Terakhir ia berkecimpung di dunia seni peran saat dirinya memerankan tokoh Hakim di 'Ayat-ayat Cinta'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tahun 2000 lah," ucapnya.
Amak menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Thamrin, Jakarta, setelah sempat 3 hari koma. Pria kelahiran Surabaya, 12 Juli 1942 itu terbaring koma sejak Minggu (2/1/2011). Menurut dokter yang merawat, batang otak Amak mengalami pendarahan akibat stroke.
Saat ini, jenazah almarhum sudah disemayamkan di rumah duka di Jalan Kebalen, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rencananya Amak akan dimakamkan di pemakaman Karet Bivak, Jakarta Pusat.
Sebagai aktor, Amak telah membintangi banyak film, termasuk film-film terkenal seperti 'Janur Kuning' (1979), 'Cas Cis Cus' (1989), 'Ramadhan dan Ramona' (1992) dan 'Fatahillah' (1997). Salah seorang pendukung utama Teater Kecil pimpinan Arifin C. Noer yang pernah mengelola Kine Klub Dewan Kesenian Jakarta - TIM pada 1980 itu juga membintangi sejumlah sinetron antara lain 'Bengkel Bang Jun' dan 'Melangkah di Atas Awan'.
(ich/ich)











































