Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kapolsek Tebet Kompol Udik Tanang mengungkapkan Vicky dilaporkan ke polisi karena dituduh tidak membayar sewa mobil sejumlah Rp 4,5 juta selama 17 hari. Vicky yang telah diperiksa Polsek Tebet, Senin (4/1/2011) malam, akhirnya dilepaskan.
Namun hal tersebut dibantah kakak Vicky, Debby Irama. Debby mengatakan tidak ada pemanggilan atas Vicky ke Polsek Tebet semalam. Bahkan Debby menduga bukan Vicky yang terlibat, melainkan adiknya yang lain, Romi Irama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka itu kaya debt collector, sementara masalah hutanngnya sudah selesai. Misalnya hutangnya Rp 1000, tapi mereka mark up jadi Rp 1500. Ini kan bukan instansi perusahaan seperti perusahaan besar. Kenapa yang Rp 500 rupiah itu dibebankan kepada kita. Jadi adik saya nggak mau membayar yang Rp 500 itu. Dia hanya membayar yang Rp 1000 aja dan itu sudah dibayar," lanjut Debby.
Kabar juga menyebutkan dalam masalah tersebut ada dugaan penganiayaan Vicky terhadap salah seorang anggota ormas FBR. Tapi Debby kembali membantah.
"Saya rasa nggak tahu, karena diberita kan dibilang adanya penganiayaan padahal tidak ada. Mereka (anggota FBR) itu datang ke rumah saya dengan memakai pakaian ormasnya mereka. Dari segi itu-nya dari segi hukumnya itu kan sudah tidak benar, tapi tidak ada penganiayaan," papar Debby.
Namun dengan kondisi adiknya yang terjepit karena berbagai macam tudingan, keluarga Rhoma Irama tidak akan membesarkan masalah tersebut. Mereka pun tidak berniat menyewa pengacara.
"Nggak yah, mungkin dari mereka aja yang membesar-besarkan karena mereka barang kali tidak puas karena tujuannya tidak tercapai dengan dari tagline-nya 'anaknya Rhoma Irama' aja kan sudah nggak benar," paparnya.
(ebi/yla)











































