Hal tersebut diungkap Andhika seusai menjalani sidang putusan kasus pemukulan yang menghukum dirinya 4 bulan penjara dengan masa percobaan. Ia mencurahkan keadaannya yang sebenarnya kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (16/12/2010).
Berikut petikan wawancara lengkap tentang curahan hati Andhika:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perasaan alhamdulillah senang, mulai nggak berat lagi. Karena selama ini tegang, males mau ngapa-ngapain. Manggung aja banyak yang ditolak. Kalau udah putusan jadi tahu mau ngapain. Sekarang mulai semangat dan nggak dibikin ribet. Bisa beraktivitas kayak dulu.
Apakah ada acara syukuran dengan putusan hakim?
Kalau bebas, mau meeting di kantor. Namanya aku di sini, tinggal sama orang. Namanya musibah, nggak ada syukuran.
Selama tersandung kasus pemukulan, apakah ada kerugian?
Banyak banget. 10 kota nggak jadi manggung, pilkada jadi takut karena aku ada urusan hukum. Aku merasa bersalah pasti, tapi Kangen Band bukan aku sendiri. Tapi nggak perlu dibawa ke band. Seberapa besar? besar banget. Aku namanya orang nggak bekerja, namanya nggak pegang uang.
Memang seperti apa kesulitan yang Anda hadapi?
Kemarin gue hidup sendiri. Sampai pinjam uang sama nyokap (ibu), tapi nggak ditransfer. Sempat dua hari nggak makan. Sempat kelaparan lah gue.
Lalu, apakah teman-teman satu band tidak membantu?
Bukan nggak peduli. Masalahnya ini masalah aku. Karena aku nggak cerita aja.
Tapi mereka tetap memperhatikan?
Ya kemarin-kemarin aku hidup sendiri aja, kasihan kalau mereka tahu. Mending nggak usah tahu.
Kemarin sempat jual-jual barang karena untuk makan?
Iya, keuangan aku aja berantakanlah, nggak dapat job juga.
Β
Apa saja yang dijual?
Janganlah, malu.
Seperti barang elektronik?
Iya.
Apa sampai jual ponsel?
Iya (menjawab sambil menunduk)
Lalu bagaimana dengan fans Kangen? Apakah mereka mendukung?
Nggak tahu ya, aku juga belum tahu di luar kayak apa. Malah aku-nya yang menjauh dari mereka, kasihan.
(ebi/ebi)











































